UNTUKMU YANG MENGINGINKAN PERSATUAN UMMAT ISLAM

UNTUKMU YANG MENGINGINKAN PERSATUAN UMMAT ISLAM
○○○○○○○○○

🕌 Persatuan ummat Islam. Sesuatu yang didamba oleh banyak kaum muslimin.

Sesuatu yang senantiasa didengungkan oleh banyak orang. Namun tahukah anda bagaimana ummat islam bisa bersatu?
Coba kita renungkan sejenak.


قال الشيخ صالح الفوزان -حفظه الله-:

        《 فإذا كنا نريد وحدة الكلمة ،
     وإجتماع الكلمة ، فلنرجع إلى الأصل ،
        الذي وحد بين العرب والعجم ،

              وبين ‏الأحرار والعبيد ،
           وبين مختلف أجناس البشر ،
           نرجع إلى هذا الذي وحدهم ،

            وهو مضمون : لاإله إلا الله ،
              قولاً ، وعملاً ، واعتقاداً .

       هذه النصيحة لله سبحانه وتعالى ،

 ☚ فلا يمكن أن يجتمع ، مشرك مع موحد ،

      ولا جهمي ينفي ‏الأسماء والصفات ،
                     مع من يثبتها ،

 ولاشيعي يلعن الصحابة ويعبد أهل البيت ،
     مع من يحب الصحابة ويثني عليهم ،
              ولايعبد إلا الله وحده ،

          ولا يجتمع صوفي أو قبوري ،
    يعبد الله بالخرافات ، وعبادة الأموات ،
       مع من يعبد الله على سنة الرسول ،

          ولاحزبي مخالف لمنهج ‏السلف
              وأهل السنة والجماعة ،

              في لزوم السمع والطاعة
                 لولي الأمر بالمعروف

        والانضمام إلى جماعة المسلمين ،
     مع من يلتزم بتلك الأحكام الشرعية 》.

  [ النصيحة وأثرها على وحدة الكلمة ،
       بين المسلمين – الصفحة : (١٣/١٢) ]


💎Asy-syaikh Shalih Al-Fauzan -Hafizhahullah- pernah berkata:

” Jika kita menginginkan persatuan kalimat (ummat Islam), berkumpulnya kalimat (ummat Islam menjadi satu), maka (cobalah) kita kembali kepada pokok yang telah mempersatukan antara orang-orang arab dan ‘ajam (non arab), antara orang-orang yang merdeka dan budak, antara sekian macam manusia (yang berbeda). Kita kembali kepada pokok yang telah mempersatukan mereka.

📝Perkara itu adalah kandungan dari laa ilaha illallah, baik secara ucapan, amalan, maupun keyakinan.

✅Nasehat ini (disampaikan) karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

🚫Maka, tidak mungkin bersatu antara musyrik (yang berbuat kesyirikan) dengan muwahhid (yang bertauhid),
🚫tidak pula antara jahmiy (yang menafikan nama-nama dan sifat-sifat Allah) dengan yang menetapkannya,
🚫tidak pula antara seorang syi’ah yang melaknat sahabat Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam- dan menyembah (terlalu berlebihan) terhadap ahlul bait dengan orang yang mencintai shahabat Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wa sallam-, memuji mereka, dan tidak menyembah kecuali Allah semata,
🚫tidak pula akan bersatu seorang sufi atau quburi yang menyembah Allah dengan khurafat-khurafat dan penyembahan terhadap orang-orang mati, dengan orang yang menyembah Allah atas sunnah Rasul -shalallahu ‘alaihi wa sallam-,
🚫tidak pula antara seorang hizbiy yang menyelisihi manhaj salaf dan ahlusunnah wal jama’ah dalam masalah tetap mendengar dan taat kepada waliyyul amri dengan baik serta bergabung kepada jama’ah kaum muslimin dengan orang yang tetap iltizam (berpegang) dengan hukum syari’at tersebut.”


📚 Sumber:
[An-Nashihah Wa Atsaruha Ala Wihdatil Kalimati Baynal Muslimin-Nasehat Dan Pengaruhnya Atas Persatuan Kalimat Antar Ummat Islam hal.12-13]

⏳ alihbahasa:
Ustadz Abu Laits Fuad Hafizhahullah

» WhatsApp Fawaid Solo
» Channel Telegram || https://t.me/fawaidsolo

●●●●●●●●●