TIDAK BERSIKAP KHURUJ (MENENTANG) PEMERINTAH MUSLIM KETIKA MEREKA BERTINDAK SEWENANG-WENANG

TIDAK BERSIKAP KHURUJ (MENENTANG) PEMERINTAH MUSLIM KETIKA MEREKA BERTINDAK SEWENANG-WENANG
▪︎▪︎▪︎▪︎

🔖 Imam Al-Muzani Rahimahullah menyatakan: Meninggalkan sikap Khuruj (menentang kekuasaannya) ketika pemerintah bersikap sewenang-wenang dan tidak adil.

✅ Terhadap pemimpinnya, seorang Muslim dilarang untuk bertindak Khuruj.

🍂 Para Ulama menjelaskan bahwa tindakan Khuruj itu bisa berupa Perbuatan atau Ucapan.

▶️ Dalam bentuk Perbuatan seperti pemberontakan atau kudeta.

⏩ Sedangkan dalam bentuk Ucapan, seperti cacian atau celaan terhadap penguasa. Semua itu terlarang.

🌷 Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam tetap memerintahkan kepada kaum muslimin untuk bersikap mendengar dan taat kepada pemimpin muslim meski ia adalah seorang sangat jahat dan bertindak sewenang-wenang. Bahkan Nabi mengibaratkan pemimpin itu berhati Syaithan dalam tubuh manusia. Tapi Beliau tetap memerintahkan untuk bersikap Mendengar dan Taat dalam hal yang Ma’ruf.

يَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لَا يَهْتَدُونَ بِهُدَايَ، وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي، وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِي جُثْمَانِ إِنْسٍ» ، قَالَ: قُلْتُ: كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللهِ، إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ؟ قَالَ: «تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلْأَمِيرِ، وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ، وَأُخِذَ مَالُكَ، فَاسْمَعْ وَأَطِعْ

🍃 Akan ada sepeninggalku para pemimpin yang tidak mengambil petunjuk dengan petunjukku, tidak menjalankan Sunnah sesuai dengan Sunnahku. Akan bangkit di antara mereka laki-laki yang berhati Syaithan pada jasad manusia. Aku (Hudzaifah bin alYaman) berkata: Apa yang aku lakukan wahai Rasulullah jika menjumpai hal demikian? Rasul menjawab: Bersikaplah mendengar dan taat kepada pemimpin, meski punggungmu dipukul dan hartamu diambil. Bersikaplah mendengar dan taat. (H.R Muslim no 3435).

☝️ Sikap bersabar tersebut bukan bentuk persetujuan terhadap kedzhaliman mereka, namun sebagai upaya mencegah kemudharatan yang jauh lebih besar jika tidak disikapi dengan Kesabaran.

💐 Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam dan para Sahabatnya melarang kaum muslimin untuk merendahkan dan menjelek-jelekkan penguasanya. Suatu hari, ketika seorang penguasa (Ibnu Amir) sedang berkhutbah dengan menggunakan pakaian yang tipis, seseorang yang bernama Abu Bilal mengatakan: Lihatlah pemimpin kita menggunakan pakaiannya orang fasik. Abu Bilal tersebut kemudian ditegur oleh Sahabat Nabi Abu Bakrah sambil menyampaikan Hadits yang didengarnya dari Nabi:

مَنْ أَهَانَ سُلْطَانَ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَهَانَهُ اللَّهُ

🍃 Barangsiapa yang menghinakan pemimpin Allah di bumi, Allah akan hinakan dia. (H.R atTirmidzi no 2150 dihasankan oleh atTirmidzi dan al-Albany).

🌻 Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَا مِنْ قَوْمٍ مَشَوْا إِلَى سُلْطَانِ اللهِ لِيَذِلُّوهُ إِلاَّ أَذَلَّهُمُ اللَّهُ قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ

🍃 Tidaklah suatu kaum berjalan menuju pemimpin Allah dengan tujuan untuk menghinakannya, kecuali Allah akan hinakan ia sebelum hari kiamat. (H.R alBazzar no 2848 dari Hudzaifah dan diisyaratkan keshahihannya oleh al-Haitsamy dalam Majmauz Zawaaid).

✌️ Dua hadits di atas yang shahih dan diriwayatkan dari dua Sahabat Nabi yang berbeda memberikan bimbingan kepada kita untuk menahan diri tidak menjelek-jelekkan dan menghinakan pemimpin muslim.
🔰 Hadits-hadits tersebut juga merupakan Dalil larangan demonstrasi dengan menjelek-jelekkan kebijakan penguasa. Perbuatan demonstrasi bukanlah dari Islam, namun ditiru dari negeri-negeri kafir. Demikian juga menjelek-jelekkan dan meruntuhkan kewibawaan pemerintah melalui tulisan-tulisan di media massa, buletin, maupun blog, web, maupun social media di internet.

🎯 Janganlah kita melakukannya, karena hal itu bisa berakibat tidak hanya ancaman di Akhirat, tapi juga kehinaan bagi pelakunya di Dunia.

~~~~~~~~~~~~
📒 Dikutip dari Buku “Akidah Imam Al-Muzani (Murid Imam Asy-Syafii)”

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah.
————💎————
🔑 Arsip Fawaid Ilmiyah:
https://telegram.me/fawaidsolo
🌏 Kunjungi:
www.fawaidsolo.com

☆☆☆☆☆☆☆☆