TAFSIR SALAF TENTANG AKHLAK YANG BAIK

akhlak

๐ŸŒŽ https://www.fawaidsolo.com
โ•šโ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•๐Ÿ”Ž๐Ÿ“š
๐Ÿ“„๐ŸŒธ๐ŸŒนโœ’๏ธ
โœ๐Ÿป Berkata al-Imam ‘Abdurrahman ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah:

ยป Dikeluarkan oleh al-Imam Ahmad, Abu Daud, dan at-Tirmidzi dari hadits Abu Darda’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

ยซู…ุงู…ู† ุดูŠุก ูŠูˆุถุน ููŠ ุงู„ู…ูŠุฒุงู† ุฃุซู‚ู„ ู…ู† ุญุณู† ุงู„ุฎู„ู‚ุŒ ูˆุฅู† ุตุงุญุจ ุญุณู† ุงู„ุฎู„ู‚ ู„ูŠุจู„ุบ ุจู‡ ุฏุฑุฌุฉ ุตุงุญุจ ุงู„ุตูˆู… ูˆุงู„ุตู„ุงุฉยป

“Tidaklah dari sesuatu yang diletakan dalam timbangan (ada yang) lebih berat daripada akhlak yang baik, karena pemilik akhlak yang baik akan mencapai derajat orang yang puasa (puasa-puasa sunnah) dan orang yang sholat (sholat-sholat sunnah).”

ยป Dan telah diriwayatkan dari salaf tentang tafsir akhlak yang baik, diriwayatkan dari Hasan berkata:

ุญุณู† ุงู„ุฎู„ู‚: ุงู„ูƒุฑู… ูˆุงู„ุจุฐู„ุฉ ูˆุงู„ุงุญุชู…ุงู„.

“Akhlak yang baik yakni dermawan, menolong (dengan tenaga), dan memikul beban (orang lain).”

ยป Dan dari asy-Sya’bi berkata:

ุญุณู† ุงู„ุฎู„ู‚: ุงู„ุจุฐู„ุฉ ูˆุงู„ุนุทูŠุฉ ูˆุงู„ุจุดุฑ ุงู„ุญุณู†.

“Akhlak yang baik yakni mengeluarkan tenaganya (membantu orang lain), memberikan harta, dan muka yang ceria.”

ยป Ibnul Mubarok berkata (tentang akhlak yang baik):

ู‡ูˆ ุจุณุท ุงู„ูˆุฌู‡ุŒ ูˆุจุฐู„ ุงู„ู…ุนุฑูˆูุŒ ูˆูƒู ุงู„ุฃุฐู‰.

“Wajah yang ceria, memberikan kebaikan-kebaikan, dan menahan (tidak mengganggu) orang lain.”

ยป Dan berkata al-Imam Ahmad:

ุญุณู† ุงู„ุฎู„ู‚ ุฃู† ู„ุง ุชุบุถุจ ูˆู„ุง ุชุญุชุฏุŒ ูˆุนู†ู‡ ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„: ุญุณู† ุงู„ุฎู„ู‚ ุฃู† ุชุญุชู…ู„ ู…ุงูŠูƒูˆู† ู…ู† ุงู„ู†ุงุณ.

“Akhlak yang baik yakni engkau tidak marah dan tidak dendam, dan akhlak baik yakni engkau ikut memikul beban dari manusia.”

ยป Dan berkata Ishaq bin Rahuyah (tentang akhlak yang baik):

ู‡ูˆ ุจุณุท ุงู„ูˆุฌู‡ุŒ ูˆุฃู† ู„ุงุชุบุถุจุŒ ูˆู†ุญูˆ ุฐู„ูƒ ู‚ุงู„ ู…ุญู…ุฏ ุจู† ู†ุตุฑ.

“Muka yang ceria dan engkau tidak marah, dan semisal itu disebutkan pula oleh Muhammad bin Nashr.”

ยป Dan berkata sebagian ahli ilmu:

ุญุณู† ุงู„ุฎู„ู‚ ูƒุธู… ุงู„ุบูŠุธ ู„ู„ู‘ู‡ุŒ ูˆุฅุธู‡ุงุฑ ุงู„ุทู„ุงู‚ุฉ ูˆุงู„ุจุดุฑ ุฅู„ุงู‘ ู„ู„ู…ุจุชุฏุน ูˆุงู„ูุงุฌุฑุŒ ูˆุงู„ุนููˆ ุนู† ุงู„ุฒุงู„ูŠู† ุฅู„ุง ุชุฃุฏูŠุจุง ุฃูˆ ุฅู‚ุงู…ุฉ ุญุฏ ูˆูƒู ุงู„ุฃุฐู‰ ุนู† ูƒู„ ู…ุณู„ู… ุฃูˆ ู…ุนุงู‡ุฏ ุฅู„ุงู‘ ุชุบูŠูŠุฑ ู…ู†ูƒุฑ ุฃูˆ ุฃุฎุฐุง ุจู…ุธู„ู…ุฉ ู„ู…ุธู„ูˆู… ู…ู† ุบูŠุฑ ุชุนุฏ.

“Akhlak yang baik yakni menahan marah karena Allah ta’ala, dan menampakan wajah ceria kecuali kepada ahli bid’ah dan orang-orang fajir, dan memaafkan orang yang tergelincir (salah) kecuali sebagai hukuman atau menegakan hukum had, (akhlak baik) tidak mengganggu kaum muslimin bahkan terhadap kafir muahad (orang kafir yang terikat perjanjian damai dengan muslimin) kecuali kalau untuk merubah kemungkaran atau membela orang yang terdzholimi tanpa melampaui batas.”

๐Ÿ“š [Kutipan kajian ilmiyyah “Kitab Jami’ul ‘ulum wal Hikam Syarh Hadits 18” oleh al-Ustadz Muhammad Assewed, Selasa (pagi) 05 Sya’ban 1438 H / 02 Mei 2017 M di Kediaman beliau ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‘ู‡]

๐Ÿ“ค@salafymajalengka
โ•šโ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•
๐Ÿ“ก Publikasi Salafy Solo:
๐Ÿ“ฎ Telegram || https://t.me/salafysolo
โ•šโ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•๐Ÿ”Ž๐Ÿ“š