Sifat Istri Shalihah berdasarkan Dalil-Dalil

๐ŸŒŽ https://www.fawaidsolo.com
โ•šโ•โ•โ•โ•โ•โ•โ•๐Ÿ”Ž๐Ÿ“š

๐ŸŒน๐ŸŒท๐Ÿ’Ž
Ditulis oleh:
al-Ustadzah Ummu Ishaq al-Atsariyyah

1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูุฎู’ุจูุฑููƒูู…ู’ ุจูู†ูุณูŽุงุฆููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูุŸ ุงู„ู’ูˆูŽุฏููˆู’ุฏูุงู„ู’ูˆูŽู„ููˆู’ุฏู ุงู„ู’ุนูŽุคููˆู’ุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุงุŒ ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุถูŽุนูŽ ูŠูŽุฏูŽู‡ูŽุง ูููŠ ูŠูŽุฏู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุงุŒูˆูŽุชูŽู‚ููˆู’ู„ู: ู„ุงูŽ ุฃูŽุฐููˆู‚ู ุบูŽุถู’ู…ู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฑู’ุถูŽู‰

โ€œMaukah aku beri tahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata, โ€œAku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.โ€ (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, asy- Syaikh Albani rahimahullah, no. 287)

2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya. Asmaโ€™ bintu Yazid radhiallahu โ€˜anha menceritakan dia pernah berada di sisi Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita sedang duduk. Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bertanya, โ€œBarangkali ada seorang suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya bersama suaminya?โ€

Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) pun menjawab, โ€œDemi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).โ€

Beliau shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ููŽู„ุงูŽ ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆุงุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฐูŽู„ููƒูŽ ู…ูุซู’ู„ู ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ู„ูŽู‚ููŠูŽุดูŽูŠู’ุทูŽุงู†ูŽุฉู‹ ูููŠ ุทูŽุฑููŠู’ู‚ู ููŽุบูŽุดููŠูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูŽู†ู’ุธูุฑููˆู’ู†ูŽ

โ€œJangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti setan jantan yang bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia menontonnya.โ€ (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Albani rahimahullah dalam Adabuz Zafaf (hlm. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih atau paling sedikit hasan)

3. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูุฎู’ุจูุฑูŽูƒูŽ ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ู†ูุฒู ุง ุฑู’ู…ู„ูŽู’ุกูุŒ ุง ุฑู’ู…ู„ูŽู’ุฃูŽุฉูุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุฉู ุฅูุฐูŽุง ู†ูŽุธุฑูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุณูŽุฑู‘ูŽุชู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู‡ูŽุงุฃูŽุทูŽุงุนูŽุชู’ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุบูŽุงุจูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุญูŽููุธูŽุชู’ู‡ู

โ€œMaukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan menaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.โ€ (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam al-Jamiโ€™ush Shahih 3/57, โ€œHadits ini shahih di atas syarat Muslim.โ€)

4. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi suaminya untuk istimtaโ€˜ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู„ุงูŽ ูŠูŽุญูู„ู‘ู ู„ูู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุตููˆู…ูŽ ูˆูŽุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุดูŽุงู‡ูุฏูŒ ุฅูู„ุงู‘ูŽุจูุฅูุฐู’ู†ูู‡ู

โ€œTidak halal seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya.โ€ (HR. al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

5. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam pernah bersabda,โ€œDiperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita. โ€

Ada yang bertanya kepada beliau, โ€œApakah mereka kufur kepada Allah subhanahu wa taโ€™ala?โ€

Beliau menjawab, โ€œMereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata, โ€˜Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekaliโ€™.โ€ (HR. al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam juga pernah bersabda,

ู„ุงูŽ ูŠูŽู†ู’ุธูุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ู„ุงูŽ ุชูŽุดู’ูƒูุฑู ู„ูุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽู„ุงูŽ ุชูŽุณู’ุชูŽุบู’ู†ููŠ ุนูŽู†ู’ู‡ู

โ€œAllah subhanahu wa taโ€™ala tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya.โ€ (HR. an-Nasai dalam Isyratun Nisa.Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah no. 289)

6. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syarโ€˜i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam:

ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠ ุจููŠูŽุฏูู‡ูุŒ ู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฑูŽุฌูู„ู ูŠูŽุฏู’ุนููˆ ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุชูŽู‡ูุฅูู„ูŽู‰ ููุฑูŽุงุดูู‡ู ููŽุชูŽุฃู’ุจูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ูููŠุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ุณูŽุงุฎูุทู‹ุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฑู’ุถูŽู‰ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง

โ€œDemi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan Yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.โ€ (HR. Muslim no. 1436)

ุฅูุฐูŽุง ุจูŽุงุชูŽุชู ุง ุฑู’ู…ู„ูŽู’ุฃูŽุฉู ู…ูู‡ูŽุงุฌูุฑูŽุฉู‹ ููุฑูŽุงุดูŽ ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ู„ูŽุนูŽู†ูŽุชู’ู‡ูŽุงุง ู„ู’ู…ู„ูŽุงูŽุฆููƒูŽุฉู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฑู’ุฌูุนูŽ

โ€œApabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).โ€ (HR. al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)

Demikian yang dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat istri salihah, mudah-mudahan Allah subhanahu wa taโ€™ala memberi taufik kepada kita agar dapat menjadi wanita yang shalihah, aamiin.

๐ŸŒŽ baca selengkapnya:

Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-sifatnya


————๐Ÿ’Ž————
๐Ÿ”‘ Arsip Fawaid Ilmiyah:
https://telegram.me/fawaidsolo