MUSIBAH YANG LEBIH BESAR DARI KEMATIAN

๐Ÿ“๐Ÿ’ก๐Ÿ“š
MUSIBAH YANG LEBIH BESAR DARI KEMATIAN
========

๐Ÿ’ŽImam Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi rahimahullah berkata:

ู‚ุงู„ ุนู„ู…ุงุคู†ุง: ูˆุฃุนุธู… ู…ู†ู‡ ุงู„ุบูู„ุฉ ุนู†ู‡ุŒ ูˆุงู„ุฅุนุฑุงุถ ุนู† ุฐูƒุฑู‡ุŒ ูˆู‚ู„ุฉ ุงู„ุชููƒุฑ ููŠู‡ุŒ ูˆุชุฑูƒ ุงู„ุนู…ู„ ู„ู‡ุŒ ูˆุฅู† ููŠู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุนุจุฑุฉ ู„ู…ู† ุงุนุชุจุฑุŒ ูˆููƒุฑุฉ ู„ู…ู† ุชููƒุฑูŽ.

“Para ulama kita mengatakan: Musibah yang lebih besar darinya (kematian) adalah lalai darinya, berpaling dari mengingatnya, kurang memikirkannya, dan tidak beramal untuk menghadapinya. Dan sungguh padanya sendiri benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan pikiran bagi orang yang berfikir.”

๐Ÿ“š At-Tadzkirah bi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhirah, tahqiq Dr. Shadiq bin Muhammad bin Ibrahim, hlm. 112

ยปKunjungi || https://www.fawaidsolo.com/
ยปChannel Telegram || https://t.me/fawaidsolo

โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†โ˜†