MEMILIH TEMAN DALAM MENUNTUT ILMU

🌅 MEMILIH TEMAN DALAM MENUNTUT ILMU 📚

▪Sepantasnya bagi seorang penuntut ilmu untuk tidak bergaul kecuali dengan orang yang bisa memberinya faedah(ilmu) atau dia (teman tersebut) bisa mengambil faedah (ilmu) darinya, sebagaimana yang diriwayatkan dari Nabi Shollallohu’alaihi wasallam.

اغد عالما أو متعلما ولا تكن الثالث فتهلك

Hendaknya engkau menjadi seorang alim atau orang yang belajar, jangan menjadi jenis yang ketiga, maka engkau akan binasa.(HR.Ibnu Abdilbar dalam kitabul ‘ilmi).

▪Bila dia hendak ikut dalam pertemanan atau diajak berteman dengan seseorang yang menyia nyiakan umurnya, tidak bisa memberinya faedah(ilmu), tidak pula bisa mengambil ilmu darinya, tidak bisa menolongnya untuk urusan yang sedang ditempuhnya(yakni ilmu), maka hendaknya dia dengan lemah lembut memutus jalan pertemanan dari awal, sebelum hubungan menjadi erat. Karena bila sesuatu telah kokoh akan sulit menghilangkannya. Dan diantara ucapan yang beredar dikalangan fuqoha: Mencegah lebih mudah daripada menghilangkannya.

▪Bila dia membutuhkan teman, hendaknya dia memilih orang shalih, beragama, bertaqwa, waro’, cerdas, banyak kebaikannya lagi sedikit keburukannya, baik dalam bergaul, dan tidak banyak berdebat, bila dia lupa, teman tersebut mengingatkannya, bila dia mencoba mengingat, teman ini bisa menolongnya, bila dia sedang membutuhkan, temanya ini bisa membantu, bila dia bosan, temannya ini menyabarkan dirinya.

(Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallim fi Adabil ‘Alim wal Muta’allim, karya Ibnu Jamaah Al kinani Rohimahulloh, Cet.darul kutub Al ilmiyyah, hal 83-84).

📜 Sumber:
Asy Syariah No 58/V/1431 H/2010

💾 www.salafymedia.com
💻 Fadhlul Islam Bandung
————💎————
🔑 Arsip Fawaid Ilmiyah:
https://telegram.me/fawaidsolo