Janganlah Mencela Waktu

โฐ๐Ÿ”ฅโŒ
Janganlah Mencela Waktu

Apapun cuacanya, jagalah lisan dan hati kita, janganlah kita mudah mencela atau mengumpat. Jadilah seorang yang lapang di segala keadaan dan situasi.

Rasulullah shallallahuโ€™alaihi wa sallam bersabda di dalam hadits qudsi,

ใ€Šู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ูŠูุคู’ุฐููŠู†ูู‰ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ูŠูŽุณูุจู‘ู ุงู„ุฏู‘ูŽู‡ู’ุฑูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุงู„ุฏู‘ูŽู‡ู’ุฑู ุฃูู‚ูŽู„ู‘ูุจู ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูŽใ€‹
Artinya:
โ€Allah โ€™Azza wa Jalla berfirman, โ€™Aku disakiti oleh anak Adam. Dia mencela ad dahr (zaman/waktu), padahal Aku adalah ad dahr (pengatur waktu), Akulah yang membolak-balikkan malam dan siang.โ€ (HR. Muslim)

Dalam riwayat yang lain,

ใ€ŠูˆุฃูŽู†ูŽุง ุงู„ุฏู‘ูŽู‡ู’ุฑู ุจูŠุฏูŠ ุงู„ุฃู…ุฑ ุฃูู‚ูŽู„ู‘ูุจู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู†ูŽู‡ูŽุงุฑูŽใ€‹
Artinya:
“Dan Aku adalah ad dahr (pengatur waktu) di Tangan-Ku-lah (semua) urusan. Aku-lah yang membolak-balikkan malam dan siang.” (HR. Bukhari)

Syaikh Shalih Fauzan hafizhahullah memberikan penjelasan tentang hadits di atas, terangnya, “Ad dahr (masa/waktu) tidaklah bisa mengatur karena dia hanyalah sebagai makhluk, barang siapa yang mencela ad dahr, maka dia telah mencela Dzat yang mengatur ad dahr, yaitu Allah ta’ala. Dan perbuatan ini adalah termasuk bentuk menyakiti Allah.”

(Ta’ammalaat fi Awakhiri Suratil Ahzab-Syaikh Shalih Fauzan, hal. 17, cet. Dar Imam Ahmad 2005)

โ—Channel Telegram sedikitfaidahsaja
————๐Ÿ’Ž————
๐Ÿ”‘ Arsip Fawaid Ilmiyah:
https://telegram.me/fawaidsolo
————๐Ÿ’Ž————