EFEK NEGATIF BERMAJELIS DENGAN AHLI BID’AH

💥🔥🔥
EFEK NEGATIF BERMAJELIS DENGAN AHLI BID’AH

💥
Duduk bergaul dengan ahlul bid’ah banyak sisi negatifnya dalam masalah agama. Diantaranya:

1. Orang yang duduk dengan ahlul bid’ah tersebut akan terkena syubhat dan tidak bisa membantahnya, akhirnya dia terjerumus dalam kebid’ahan mereka. Sufyan Ats-Tsauri -rohimahulloh- berkata, “Seseorang yang duduk dengan ahlul bid’ah tidak akan selamat dari satu diantara tiga perkara: menjadi fitnah bagi yang lainnya, masuk dalam hatinya kebid’ahan hingga dia tergelincir dengannya, atau dimasukkan oleh Allah ta’ala ke dalam neraka …”
Ketika ada orang yang berkata kepada Ibnu Sirin -rohimahulloh-, “Sesungguhnya fulan (salah seorang ahlul bid’ah, red.) ingin datang dan berbicara denganmu.” Beliau berkata, “Katakan kepadanya, jangan datang kepadaku. Sesungguhnya hati anak Adam itu lemah. Aku khawatir mendengar satu kalimat darinya kemudian hatiku tidak bisa kembali seperti semula.”

2. Duduk dengan mereka menentang perintah Allah ta’ala dan Rasul-Nya serta menyimpang dari jalan sahabat.
Karena Allah ta’ala berfirman:
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.” (An-Nur: 63)

3. Duduk dengan mereka menyebabkan kecintaan kepada mereka.
Ibnu Mas’ud -rodhiyallohu ‘anhu- berkata, “Seseorang hanya akan berteman dan berjalan dengan orang yang sejenis dengannya.”

4. Duduk dengan mereka bermudharat bagi ahli bid’ah itu sendiri. Karena diantara hikmah menjauhi mereka adalah agar jera dan kemudian rujuk (keluar) dari kebid’ahannya. Adanya orang yang dekat dengannya akan menjadi sebab jauhnya dia dari bertaubat, karena merasa jalan yang ditempuhnya adalah kebenaran.

5. Duduk dengan mereka, menjadi sebab orang lain berburuk sangkanya kepadanya.

📌📌 Ini hanyalah sebagian dari keburukan yang kita ketahui. Hanya Allah ta’ala yang tahu betapa banyak mafsadah yang muncul akibat duduk dan berteman dengan ahlul bid’ah. Mudah-mudahan ini cukup sebagai nasihat bagi orang yang menginginkan keselamatan agamanya.

(lihat Mauqif Ahlis Sunnah hal. 550-551)

(Dinukil dari : Tulisan karya Al-Ustadz Abdurrohman Mubarok
dengan Judul “Bahaya Berteman Dengan Ahlul Bid’ah”
Majalah Asy Syariah Edisi 059, Nov 20, 2011)

●https://t.me/KEUTAMAANILMU
◎◎◎◎◎◎◎◎◎
🌎 Publikasi ▶ FAWAID SOLO

●●●●●●●●●